4 Tips atau Cara Memotret Rumah, Bangunan, Villa atau Hotel (Real Estate Photography Bali)

4 Tips atau Cara Memotret Rumah, Bangunan, Villa atau Hotel

Fotografi memiliki banyak bidang yang jika kita pelajari dengan serius maka akan menghasilkan karya yang bagus dan juga dari sisi bisnis cukup menjanjikan. Seperti yang kita ketahui bahwa ada beberapa bidang dalam fotografi yang bisa kita tekuni antara lain real estate photography, food photography, modeling photography, weeding photography dan masih banyak bidang lain yang dapat kita tekuni.

Dalam tulisan ini kami tidak akan membahas mengenai teknik fotografi terlalu dalam dan juga mengenai cara menggunakan alat-alat fotografi secara detail. Bagi kawan-kawan yang masih baru memulai belajar fotografi maka pengetahuan mengenai dasar-dasar fotografi akan sangat bermanfaat dalam semua bidang yang sudah saya sebutkan di atas. Matangkan prinsip dasar fotografi dulu, kemudian tekuni salah satu bidang, sedangkan untuk merk dan brand kamera atau alat-alat fotografi bukan kunci utama dalam menghasilkan gambar atau foto yang bagus, meskipun akan ada perbedaan dari sisi kualitas gambar yang dihasilkan. Yang terpenting adalah skill dasar atau pengetahuan dasar yang kawan-kawan kuasai dan terus dikembangkan.

“Photography is not about the camera but it is about person behind of the camera”.

Berikut kami ingin berbagi beberapa tips tentang real estate photography atau bagaimana memotret bangunan, villa, rumah, gedung untuk kepentingan pemasaran. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kawan-kawan dan juga tercatat sebagai amal ibadah bagi kami.

Dalam real estate fotografi selain kawan-kawan mesti mempersiapkan objek yang akan difoto, baik kesiapan waktu yang tepat, sarana dan prasarana penunjang serta yang tidak kalah penting adalah kesiapan tuan rumah atau pemilik untuk memberikan keleluasaan anda bergerak dalam pengambilan foto nantinya.

  1. Siapkan Alat-alat atau gear yang ada miliki

Beberapa alat-alat yang sangat mendukung anda dalam memotret bangunan, rumah atau villa adalah sebagai berikut:

  • Kamera

Kamera apa saja adalah sah, namun untuk memaksimalkan kualitas foto maka DSLR kamera disarankan untuk digunakan.

Kamera DSLR yang akan dipakai tidak harus full frame karena tentunya kita perlu merogoh kocek yang dalam untuk mememiliki kamera full frame. Jika kawan-kawan pakai full frame maka bersyukurlah karena dari sisi alat kita sudah one step ahead atau satu step lebih baik dari kualitas gambar yang akan dihasilkan. Pastikan saja kita menggunakan DSLR kamera dengan merk dan brand apa pun adalah SAH.

  • Lensa

Lensa yang dipakai dalam fotografi sebenarnya tergantung dari kebutuhannya, bisa saja anda memotret sebuah gedung dengan lensa standard atau lensa kit misalkan 18 – 55 mm atau lensa fix 50 mm namun dalam kebutuhan untuk menjangkau seluruh ruangan atau bangunan tanpa mengambil gambar secara partial, maka sebaiknya gunakan lensa wide misalkan 12 mm atau 10 mm. Sangat tidak disarankan untuk menggunakan lensa Fish Eye atau lensa mata ikan karena gambar yang dihasilkan akan melengkung dan tidak sesuai aslinya kecuali anda sedang membuat sebuah foto art/seni arsitektur atau bukan kebutuhan untuk foto pemasaran.

Berikut diagram range atau jangkauan lensa dan kawan-kawan bisa memahami bahwa menggunakan lensa adalah harus sesuai kebutuhan.

Jadi simple nya adalah semakin kecil angka zoom range di lensa kawan-kawan maka akan semakin lebar jangkauan yang akan dihasilkan. Namun efek lain adalah adanya distorsi gambar melengkung yang akan dihasilkan jika menggunakan nilai zoom range kecil misalkan 8 mm atau dibawahnya lagi yang mana atau sudah termasuk katagori fish eye lens.

Foto yang dihasilkan dengan fish eye lens
  • Tripod Kamera

Tripod kamera adalah alat yang cukup penting karena dalam real estate fotografi, kita banyak bermain dengan low speed. Jadi dengan bantuan tripod akan lebih steady dan menghindari foto blurry karena tidak focus atau karena shaking.

Camera Tripod
  • Flash atau lampu

Flash atau lampu dapat membantu mengisi cahaya pada bagian-bagian ruangan yang tidak terkena cahaya. Bagi yang tidak memiliki external flash mungkin anda bisa memaksimalkan internal flash kamera anda, meskipun jika menggunakan internal flash kamera maka cahaya yang kita inginkan untuk mengisi ruang tertentu tidak akan terpenuhi. Jika menggunakan eksternal flash maka kita bisa tempatkan flash tersebut di area tertentu dan dengan intesitas cahaya yang juga dapat disesuaikan.

External Flash
Internal Camera Flash

Jika anda menggunakan external flash maka trigger atau pemicu flash juga sangat membantu. Dengan adanya trigger anda dapat menempatkan posisi flash sesuai dengan keinginan anda. Terkadang kita menempatkan flash disamping kiri, kanan atau belakang kita, maka dengan bantuan trigger kita dengan mudah bisa memindahkan posisi flash sesuai kebutuhan kita. Silahkan cek harga trigger di internet atau di toko kamera, yang paling murah pun ada dan harga dibawah Rp. 200.000,-

Bagaimana Triger Bekerja

 

  1. Sudut Pengambilan Kamera atau camera angle

Sudut pengambilan sangat penting dalam real estate photography, dan terkadang hal ini sedikit terlupakan oleh fotografer, karena saat kita melihat objek bagus yang ada di pikiran kita adalah bagaimana membuat pencahayaan yang balance sedangkan sudut pengambilan kadang terlupakan.

  • Low angle camera

Low angel adalah sudut pengambilan dari bawah sehingga bangunan akan terlihat menjulang. Dalam foto seni atau art arsitektur low angel disahkan karena hasilnya memang cukup mengesankan namun untuk real estate photography hal tersebut sebaiknya DIHINDARI.

Mengapa?,

Karena dengan low angel maka bangunan tidak terlihat seperti aslinya terkesan bangunan tersebut akan roboh. Tujuan real estate photography adalah menghadirkan rumah atau bangunan yang sesuai aslinya sehingga tujuan dari pemilik rumah untuk memasarkan propertynya tersebut sampai pada calon customer tanpa timbul kesalahan informasi karena salah memahami gambar yang dihasilkan.

  • Eye level Angle

Eye level angle adalah penempatan kamera sejajar dengan mata kita atau masih sejajar dengan dada. Dengan angle ini maka kita akan mendapatkan semua bagian bangunan yang tegak lurus akan tetap terlihat tegak lurus. Gambar akan sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata kita.

  • Bird Eye Level Angle

Bird eye level angle adalah pengambilan dari atas. Sah-sah saja untuk menggunakan angle ini jika memang dibutuhkan misalkan memotret kolam renang dan kebun dari lantai dua. Namun kurang dipakai saat memotret ruangan. Jika anda menggunakan bird eye level maka hasilnya akan seperti foto berikut:

  1. Prespektif atau sudut pandang

Perespektif atau sudut pandang adalah bagaimana memberikan kesan ruang pada objek yang kita ambil. Bagi pemula akan bingung saat dihadapkan pada sebuah ruangan yang lengkap dengan perabot dan anda diminta untuk mengambil foto ruangan tersebut. Tak perlu bingung karena didalam dunia fotografi dan seni rupa kita memiliki beberapa prespektif yang bisa dipakai yaitu antara lain:

  • One Point atau Satu Titik

Adalah menggambarkan sesuatu awalnya tampak dan semakin lama mengecil hingga hilang atau lenyap menuju ke sebuah titik. Prespektif ini bisa dipakai dalam bidang fotografi apa pun namun dalam real estate photography cukup sering digunakan.

 

  • Two Point atau Dua Titik

Atau dikenal dengan corner to corner point adalah prespektif yang mengambarkan seakan akan objek menghilang menuju ke dua titik. Dengan prespektif ini akan terlihat dimensi ruangan dan prespektif yang sering dipakai oleh fotografer real estate baik untuk exterior maupun interior foto, lebih jelasnya bisa dilihat dari gambar dibawah ini. Secara teknis kawan-kawan hanya perlu menentukan titik sudut atau posisi pojok untuk memotret ruangan atau gedung.

  1. Semua Yang Tegak Lurus Harus Tegak Lurus

Disini adalah penekanan dari penjelasan diatas. Jadi pada prinsipnya dalam real estate photography semua bagian dari bangunan atau rumah atau villa yang tegak lurus maka hasil di foto harus tegak lurus.

  • Penggunaan lensa yang tepat akan mempengaruhi hasil karena jika anda menggunakan fish eye lens maka dipastikan semua akan melengkung.
  • Gunakan angle yang tepat yaitu Eye Level Angle atau sejajar dengan mata atau dada kita karena jika terlalu tinggi atau rendah maka gambar yang dihasilkan juga akan menjulang dan tidak akan tegak lurus, kecuali sekali lagi kawan-kawan ingin memotret untuk kepentingan pribadi atau seni arsitektur.

Berikut beberapa gambar yang distorsi karena angle dan fish eye lens.

Seni Arsititektur
Distorsi dengan fish eye lens
Low Level Angle Camera

Fotografi adalah seni dan seni itu sifatnya personal, jangan pernah men-judge sebuah foto jelek atau kurang bagus karena berbeda dengan selera kita. Namun ada beberapa rule dalam fotografi yang bisa menilai apakah foto tersebut baik atau kurang. Jadi gunakan rule yang ada untuk menilai sebuah foto bukan pendapat pribadi.

Demikian kawan-kawan sedikit tips bagaimana memotret bangunan rumah, gedung atau villa untuk kebutuhan pemasaran. Untuk menjadi handal butuh proses dan waktu. Hasil yang bagus dan excellent bukanlan tujuan akhir, yang paling utama adalah bagaimana proses kita untuk tetap belajar. Mohon maaf jika ada perbedaan atau kekurangan…semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s